Keluh Kesah 2 : Sambat
Sambat, dalam bahasa Jawa, sambat mean mengeluh. Kok jadi baku gini, wkwkw
Jadi fenomena sambat ini sering kali kutemukan dalam kehidupan ku akhir-akhir ini. Ya sebenernya bukan akhir-akhir ini juga sih, tp karena kek aku mengalami itu akhir-akhir ini jd yaudah deh.
Banyak dari kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya kerjaan kita, tugas kita, dan permasalahan lainnya. Ya itu manusiawi sih, ngga mungkin nggak ada orang yang sambat atau mengeluh ketika dapet masalah (menurutku sih wkwk). Dan terkadang kita juga membutuhkan orang-orang yang mungkin bisa ngerti kondisi kita saat ini. Mungkin ini lg terjadi ke aku.
Beberapa waktu yang lalu, aku di curhatin ama temenku tentang permasalahannya. Entah permasalahannya dalam dunia organisasinya kek, cinta, pertemanan, kepanitiaan, dll. Dan ketika itu dia sambat bahwa dia ngerasa kerja sendiri gitu. Padahal dalam susunan organisasi itu ada banyak orang dan ketika dia membuat deal tentang "kerja bakti", katanya semua yang ada di forum itu setuju. Hingga pada praktek nya, yang datang pun cuma beberapa orang, kata dia (ini semua kata dia, aku mah cuma dengerin hehehe). Sampai doi berucap kalimat yang membuatku terheran, kenapa dia bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu (ku tidak bisa menceritakan ini semua)
Disini (berdasarkan sambatan temen ku td) aku mulai memahami bahwasannya ada dua tipe orang dalam bekerja. Pertama, orang yang mau dilihat atau disanjung atau diperhatikan dan atau-atau yang lain ketika ia bekerja. Orang tipe ini biasanya akan lebih bersemangat ketika ia bekerja lalu diberikan sanjungan. Dan jika tidak demikian, maka ia akan merasa kecewa (?), seperti ada yang kurang (?) dll. Kek kurang gimans gitu 😅
Lalu yang kedua, adalah tipe orang yang bekerja dengan diam (lho). Maksudnya bekerja dengan diam itu, dia mengerjakan sesuatu tp dia tidak mau orang tau atau biarkan yang disanjung orang lain. Tipe ini akan merasa risih ketika dia bekerja dan disanjung-sanjung. Ya bahasa gampangnya "low profile", dengan motto "kamu ga perlu tau aku udah ngapain aja".
berdasarkan hasil analisis ku yang mungkin sudah teruji di ITB dan IPB ini, aku jadi menyimpulkan bahwa terkadang orang yang merasa kerjaan nya berat dan ia sambat ke temannya itu, ia tidak tahu betapa beratnya kerjaan temannya mungkin.
Bisa aja ketika kalian ngeluh tentang skripsi mungkin, bahwa bab 3 kalian revisi terus, dan teman yang kalian ajak ngeluh itu skripsi nya malah tak kunjung acc.
Atau ketika kamu sambat tentang pacar kalian yang sedikit rewel itu, mungkin aja temenmu ini malah ditinggal nikah.
WHO KNOWS KAN???
Jadi ya itu, yang aku ingin coba sampaikan adalah jangan pernah merasa beban hidup mu paling berat, jangan pernah merasa kamu senidirian. Ingat, ketika kamu berada dibawah jangan lupa untuk melihat atas agar kamu menjadi semangat. Dan ketika kalian sudah berada di atas, janganlah lupa untuk melihat kebawah agar kalian senantiasa bersyukur dan tidak merasa paling berat.
Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kapasitas umatnya.
Jadi fenomena sambat ini sering kali kutemukan dalam kehidupan ku akhir-akhir ini. Ya sebenernya bukan akhir-akhir ini juga sih, tp karena kek aku mengalami itu akhir-akhir ini jd yaudah deh.
Banyak dari kita sering mengeluhkan tentang betapa beratnya kerjaan kita, tugas kita, dan permasalahan lainnya. Ya itu manusiawi sih, ngga mungkin nggak ada orang yang sambat atau mengeluh ketika dapet masalah (menurutku sih wkwk). Dan terkadang kita juga membutuhkan orang-orang yang mungkin bisa ngerti kondisi kita saat ini. Mungkin ini lg terjadi ke aku.
Beberapa waktu yang lalu, aku di curhatin ama temenku tentang permasalahannya. Entah permasalahannya dalam dunia organisasinya kek, cinta, pertemanan, kepanitiaan, dll. Dan ketika itu dia sambat bahwa dia ngerasa kerja sendiri gitu. Padahal dalam susunan organisasi itu ada banyak orang dan ketika dia membuat deal tentang "kerja bakti", katanya semua yang ada di forum itu setuju. Hingga pada praktek nya, yang datang pun cuma beberapa orang, kata dia (ini semua kata dia, aku mah cuma dengerin hehehe). Sampai doi berucap kalimat yang membuatku terheran, kenapa dia bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu (ku tidak bisa menceritakan ini semua)
Disini (berdasarkan sambatan temen ku td) aku mulai memahami bahwasannya ada dua tipe orang dalam bekerja. Pertama, orang yang mau dilihat atau disanjung atau diperhatikan dan atau-atau yang lain ketika ia bekerja. Orang tipe ini biasanya akan lebih bersemangat ketika ia bekerja lalu diberikan sanjungan. Dan jika tidak demikian, maka ia akan merasa kecewa (?), seperti ada yang kurang (?) dll. Kek kurang gimans gitu 😅
Lalu yang kedua, adalah tipe orang yang bekerja dengan diam (lho). Maksudnya bekerja dengan diam itu, dia mengerjakan sesuatu tp dia tidak mau orang tau atau biarkan yang disanjung orang lain. Tipe ini akan merasa risih ketika dia bekerja dan disanjung-sanjung. Ya bahasa gampangnya "low profile", dengan motto "kamu ga perlu tau aku udah ngapain aja".
berdasarkan hasil analisis ku yang mungkin sudah teruji di ITB dan IPB ini, aku jadi menyimpulkan bahwa terkadang orang yang merasa kerjaan nya berat dan ia sambat ke temannya itu, ia tidak tahu betapa beratnya kerjaan temannya mungkin.
Bisa aja ketika kalian ngeluh tentang skripsi mungkin, bahwa bab 3 kalian revisi terus, dan teman yang kalian ajak ngeluh itu skripsi nya malah tak kunjung acc.
Atau ketika kamu sambat tentang pacar kalian yang sedikit rewel itu, mungkin aja temenmu ini malah ditinggal nikah.
WHO KNOWS KAN???
Jadi ya itu, yang aku ingin coba sampaikan adalah jangan pernah merasa beban hidup mu paling berat, jangan pernah merasa kamu senidirian. Ingat, ketika kamu berada dibawah jangan lupa untuk melihat atas agar kamu menjadi semangat. Dan ketika kalian sudah berada di atas, janganlah lupa untuk melihat kebawah agar kalian senantiasa bersyukur dan tidak merasa paling berat.
Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kapasitas umatnya.
Komentar
Posting Komentar