Karantina dll

Sudah agak lama memang untuk tidak menulis di blog yang pada awalanya akan dijadikan sebagai "diary" sehari-hari.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, memang dunia sedang menghadapi sebuah bencana. Bencana yang memang tidak akan pernah terpikirkan akan separah ini. Tidak hanya satu atau dua negara saja yang terdamapak akan paparan penyakit ini. Hampir seluruh dunia. Ya Corona.

Kehadiran virus ini memang banyak mengundang kontroversi. Tak sedikit pula orang-orang mengaitkan dengan kasus tertentu. Hingga hampir semua orang menjadi ahli sejarah perihal kasus ini. Banyak beredar di dunai daring mengenai teori konspirasi mengenai datangnya virus ini. Virus yang sudah dikategorikan pandemik oleh WHO ini. Mulai dari terbentuk atas perilaku tidak sehat warga sana, bocornya virus tsb dari lab yang berada disana, hingga microchip buatan tokoh dunia. Bukannya memunculkan sebuah kejelasan tapi malah semakin menyeesatlkan (menurutku). 


Yang membuatku terkagum dengan pencipta teori tersebut, ada satu teori yang menarik perhatianku. Ya, tentang sebuah teori yang mana teori tersebut mengaitkan kejadian ini dengan kejadian yang ada di sebuah serial game terkenal. Aku pun hingga berpikir demikian, memang bisa saja itu ulah elit global. Tapi setelah kupikir-pikir, terlalu hiperbola apabila mengkaitkan kejadian ini dengan cerita yang ada di game. Apakah manusia se-tidak berharga itu, saya juga tidak tahu.

Namun, terlepas dari semua teori konspirasi yang beredar. Aku adalah salah satu orang yang percaya bahwa sebenarnya manusia juga merupakan virus bagi bumi. 

Kita lihat bumi dalam beberapa tahun tertkahir ini. Tak jarang kalian pasti mendengar tentang mengurangi sampah plastik, stop pembakaran hutan, penggundulan, dsb. Apakah itu terjadi secara otomatis, tentu tidak kan. Hingga dalam beberapa bulan terakhir kita dapat sering menjumpai tentang kampanye pengurangan sampah plastik. Para penggerak kampanye ini menyerukan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Karena memang sudah separah itu kondisinya.

Aku jadi teringat sebuah kalimat yang dikatakan oleh dr. Serizawa dalam film "Godzilla" (2014), bumi mempunyai sistem sendiri untuk mengobati sakitnya. Dan mungkin memang ini saatnya bumi untuk healing dari sakit yang dideritanya.

Semenjak beredarnya istilah "Lockdown" yang dipakai beberapa negara untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini, bumi mulai menampakkan hasilnya. Pasti kalian pernah melihat bahwa ketika di masa "lockdwon" seperti ini banyak hewan yang muncul di jalanan lauar negeri sana, dan pengunungan himalaya yang terlihat dari India. Ya mungkin memang bumi saat ini sedang healing. Tp aku tidak mengatakan bahwa bumi menciptakan corona hanya untuk healing, munculnya pun masih menjadi misteri.

Tapi disadari atau tidak sebenarnya tidak hanya bumi yang healing. Pun juga kita. Apakah kalian sadar, bahwa selama masa "lockdown" ini kita jadi punya waktu yang berkualitas untuk keluarga. Waktu yang rasanya sangat mahal sekali jika di uangkan. Yang mungkin hanya akan kejadian setahun sekali dan itupun hanya pada saaat momen lebaran, ketika semua anggota keluarga bisa berkumpul. Aku pun mengalami hal itu, karna pada biasanya aku tidak pernah mengobrol bahkan dengan saudara kandungku. Kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing. Urusan kerja, tugas kuliah, society.

Yang aku syukuri juga ketika masa "Lockdown" seperti ini adalah, kita juga healing  dari toxic society. Kita tidak harus berpura-pura baik dengan orang yang tidak kita sukai, kita bisa berinteraksi hanya dengan orang yang kita klop. Ya itu salah satu hal yang aku syukuri ketika masa-masa seperti ini. Bukan berarti diri ini tidak ingin bertemu teman dan mengobrol di kofisyop laykanya anak muda seperti biasanya. Cuma, jika kita melakukan sperti itu terus akan berat rasanya.

Seperti itu sambatan dan uneg-uneg ku di masa-masa seperti ini. Aku juga berdoa agar bencana ini cepat selesai dan kita bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Jujur kangen gibah dengan teman :)

Komentar

Postingan Populer